Humor Forex

Produsen minyak serpih AS di ambang kebangkrutan
Produsen minyak serpih AS di ambang kebangkrutan

Sebagian analis memperkirakan bahwa dalam waktu dekat perusahaan-perusahaan minyak serpih AS akan menghadapi permasalahan terkait produksi minyak. Mereka juga meyakini bahwa pemulihan cepat produksi minyak serpih sulit terjadi.

Pada Mei 2020, harga minyak AS melonjak lebih dari 75%. Namun, pandemi COVID-19 telah mengubah situasi. Dengan itu, produksi minyak serpih meluncur turun. Pemulihan akan memakan banyak waktu.

Sebelumnya, saat Arab Saudi membanjiri pasar dengan minyak yang murah, produsen minyak serpih AS harus menurunkan produksi demi menghemat uang. Alasan utamanya adalah produksi yang tidak menguntungkan dan menipisnya bahan baku perusahaan.

Menurut data yang disediakan oleh ShaleProfile Analytics, produksi minyak dalam ladang minyak serpih AS kemungkinan akan merosot ke bawah lima juta barel per hari. Para spesialis memperingatkan bahwa ini dapat terjadi jika produksi mengalami jeda yang panjang. Jika skenario ini benar-benar terjadi, AS dapat kehilangan pengaruhnya di pasar global. Selain itu, statusnya sebagai eksportir minyak terbesar dunia dapat dipertanyakan.

Sebagian besar perusahaan minyak serpih AS mengalami kerugian. Kenyataannya adalah harga minyak WTI seharusnya mencapai $20 per barel atau lebih tinggi untuk menjamin pemasukan yang stabil. Hampir semua eksportir minyak serpih berupaya menghindari penutupan sumur-sumur yang produktif. Namun, semakin sulit untuk mempertahankan mereka dalam kondisi yang layak. Sebagian analis memperkirakan bahwa sebagian besar produsen minyak yang telah menghentikan aktivitas mereka, akan dapat melanjutkan produksi pada akhir 2020.

Dipublikasikan: 2020-06-02 13:40:11 UTC
Kembali ke karikatur
Share

Mulai trading tanpa
risiko dan investasi
Dengan Bonus Permulaan $1000
Get bonus
55%
from InstaForex
on every deposit
Earn up to
$50000
for inviting friends to get StartUp Bonus from InstaForex
No investments required!